PEMBELAJARAN INTRAKTIF LARUTAN ELEKTROLIT

UJI LARUTAN EKEKTROLIT

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Metode Eksperimen merupakan cara menambah pengetahuan siswa

Permasalahan yang masih sering dihadapi oleh guru adalah kurang aktifnya siswa dalam mengikuti proses pembelajaran karena, dalam proses pembelajaran, tidak semua guru IPA senang menggunakan metode eksperimen, bahkan sekarang masih banyak guru-guru IPA kurang senang mengunakan metode eksperimen dalam pembelajaran. Kebanyakan guru lebih senang mengajar menggunakan metode ceramah, dan Tanya jawab.

Menurut Boediningsih(1995). Siswa yang hanya mendengarkan saja, akan memperoleh pengetahuan sebesar 20 % sedangkan melaksanakan eksperimen, maka akan melakukan kegiatan melihat, mendengarkan, dan mengungkapkan sendiri mereka akan memperoleh pengetahuan 80 % Boediningsih(1995). Dari data itu dapat diketahui betapa besar pengetahuan jika melaksanakan eksperimen. Dengan melakukan eksperimen diharapkan
1. siswa akan termotivasi lebih aktif belajar, berfikir dan berbuat , serta meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar
2. Ketika melaksanakan eksperimen siswa akan lebih banyak memperoleh pengalaman serta keterampilan praktis dalam menggunakan alat-alat percobaan
3. Selesai percobaan siswa akan melaporkan hasil pengamatannya dimuka kelas dan untuk didiskusikan sehingga dengan berdiskusi siswa akan lebih aktif belajar dan berargumentasi menyampaikan pendapatnya. Disamping itu siswa dikelas berani bertanya, dan menyampaikan pendapatnya dengan demikian diharapkan siswa yang tadinya pasif akan menjadi aktif, yang tadinya kurang termotivasi akan menjadi termotivasi dan lebih berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar. Sehinga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa secara maksimal
4. Pengetahuan diperoleh dari hasil belajar, hasil eksperimen atau menyelidiki yang banyak berhubungan dengan minat mereka dan yang mereka rasakan berguna untuk hidup mereka dan ini akan lebih lama dapat diingat.
5. Siswa berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri
http://abilyudi.wordpress.com/2009/10/30/metode-eksperimen/

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Mengkonsumsi ikan untuk meningkatkan kecerdasan

Sungguh disayangkan anak-anak zaman sekarang kurang tertarik dengan ikan, yang disukai malah makanan berbahaya seperti mi instan dan makanan siap saji yang berbahaya banyak pengawet dan zat-zat berbahaya. Padahal ikan adalah sumber protein yang tinggi yang berasal dari hewani yang paling aman dikonsumsi bila dibanding dengan sumber protein hewani lainnya. Dimana protein berfungsi sebagai zat pembangun yang menunjang pertumbuhan anak dan pemeliharaan tubuh, serta untuk menggantikan apabila terdapat  sel-sel yang rusak.

Menurut hasil penelitian, ikan  laut merupakan sumber omega-3 terutma banyak ditemukan pada ikan salmon, ikan tuna, dan ikan tenggiri juga terdapat pada udang, kerang, kepiting.

Adapun cara memasak ikan agar kandungan omega-3 tidak hilang dengan memasak ikan tersebut dengan suhu tinggi, contohnya menggoreng ikan dengan suhu tinggi membuat ikan teroksidasi dan manfaat ikan menjadi hilang. Sebaiknya memasak ikan  dengan sedikit minyak dan menggunakan suhu rendah dan juga bisa dibuat ikan pepes. SELAMAT MENCOBA

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PEREAKSI PEMBATAS

PEREAKSI PEMBATAS

Jika kita membuat kue dengan resep tertentu, maka kita harus memperhatikan resep tersebut supaya hasil yang kita peroleh memuaskan . Apabila salah satu bahan lebih banyak, tidak mungkin kita pakai semua harus sesuai dengan resep yang kita pakai, dan bahan yang banyak itu pasti ada bahan  yang  bersisa. Begitu juga dengan  suatu reaksi kimia

Contoh:

– Reaksi habis (Suatu reaksi yang tidak menyisakan salah satu pereaksi )

Jika direaksikan 2 mol gas hidrogen dan 1 mol gas oksigen dalam membentuk 2 mol air reaksinya :

2H2(g)   +      O2(g)       –>       H2O(g)

Koefisien pereaksi  2        :         1

Mol mula-mula      2         :          1

Mol bereaksi         2           :          1

Mol zat yang bersisa  0

– Reaksi bersisa dan pereaksi pembatas

Jika direaksikan 3  mol gas hidrogen dan 1 mol gas oksigen dalam membentuk 2 mol air reaksinya :

2H2(g)   +    O2(g) –>   2 H2O(g)

Koefisien pereaksi                   2           :          1          :        2

Mol mula-mula                         3          :           1          :       –

Mol setelah bereaksi                2           :          1           :       2

Mol  bersisa                              1            :           0

a. Perbandingan koefisiennya dilihat dari persamaan reaksi   2 : 1 : 2

b. perbandingan mol zat setelah  bereaksi    dilihat dari perbandingan koefisien : 2 : 1 : 2

c. Untuk menentukan mol zat yang habis ditentukan dari mol yang lebih kecil yaitu mol mula-mula dibagi koefisienya. mol Hidrogen = 3/2 =1,5

mol oksigen = 1/1 = 1

tentukan mol yang lebih kecil sebagai pereaksi pembatas

mol yang habis adalah gas oksigen karena mol paling kecil

mol yang bersisa adalah gas hidrogen karena mol lebih besar dan akan bersisa.(dari data bersisa 1 mol )berasal dari mol mula-mula dikurang dengan mol zat setelah bereaksi  bereaksi

Jadi definisi Pereaksi Pembatas adalah pereaksi yang habis bereaksi dan membatasi jalannya reaksi,sehingga tidak terjadi reaksi  lebih lanjut

Coba kerjakan soal berikut

Jika direaksikan 3 mol gas hidrogen dan 1 mol gas oksigen dalam membentuk air tentukan:

a. perbandingan koefisien reaksinya

b.tentukan perbandingan mol zat setelah bereaksi

c. tentukan jumlah mol yang paling kecil (pereaksi pembatas)

d.tentukan berapa jumlah partikel  air yang terbentuk

e. berapa massa gas yang bersisa

Ar.H =1, O = 16 ,  L = 6,02 x 10 23

Video REDOKS :

Blog guru Kimia

Hannajepang

Lischemistry

rinichem

Kimia2smada

suwarnidohong

rudy

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar